Jumat, 09 Mei 2025

Belum Sepenuhnya

Hari ini, aku masih berusaha semangat.
Setidaknya, lebih semangat dari kemarin.
Dan buatku, itu udah cukup baik.

Pagi tadi, aku lumayan senang karena berhasil ngerjain sekitar 75% dari target yang aku tulis semalam.
Gak sempurna sih, tapi ada rasa lega.
Ada “yes, akhirnya gerak juga” yang mampir sebentar di hati.

Tapi menjelang siang, entah kenapa semangat itu kayak hilang pelan-pelan.
Padahal gak ada kejadian buruk. Gak ada kabar menyedihkan.

Tiba-tiba aja kosong.
Kayak duduk, tapi gak tahu mau ngapain.
Buka handphone, scroll sebentar, lalu tutup lagi.
Pengen kerja, tapi malah ngelamun.
Padahal aku tahu ada beberapa tugas yang masih nunggu untuk diselesaikan.

Aku sadar.
Bukan gak punya kerjaan.
Tapi rasanya kayak mentalku nge-freeze.
Kayak stuck.
Antara pengin gerak, tapi gak tahu arahnya ke mana.

Sampai sore, aku masih bingung sendiri.
Masih nyoba mencerna rasa yang muncul tapi gak bisa langsung dinamai.

Dan di sela kebingungan itu, temanku yang sedang di Turki mengirim kabar.
Dia mulai bekerja besok.
Dia bercerita banyak, tentang tempat barunya, perasaan haru saat menginjak negeri orang, sampai video dan foto-foto yang dikirim dari sana.
Aku bahagia banget mendengarnya.
Rasanya menyenangkan lihat dia tumbuh dan berani.
Aku ikut mendoakan yang terbaik untuk langkahnya di sana.

Tapi...
di saat yang sama, aku merasa makin tertinggal.

Bukan karena dia lebih dulu sampai.
Tapi karena aku masih di sini, duduk dengan daftar tugas yang belum selesai dan semangat yang naik-turun tanpa aba-aba.

Kadang kita gak butuh orang lain menjatuhkan untuk merasa kecil.
Cukup dengan melihat seseorang melangkah lebih jauh, kita mulai mempertanyakan langkah kita sendiri.

“Aku udah ngapain aja ya?”
“Kenapa aku gini-gini aja?”
“Apa aku juga bisa kayak dia?”

Rasa itu datangnya halus. Gak langsung bikin nangis, tapi cukup untuk membuat kita ragu pada diri sendiri.

Tapi hari ini aku belajar sesuatu.

Rasa tertinggal bukan selalu tanda iri.
Kadang itu cuma alarm kecil, bahwa aku juga pengin tumbuh.
Bahwa ada bagian dari diriku yang sebenernya gak ingin diam.
Aku pengin gerak, pengin punya tujuan yang jelas, pengin merasa hidup.

Dan itu sah.

Hari ini aku belum selesai.
Masih bingung. Masih lelah.
Tapi aku juga tahu: aku masih mau mencoba.

Dan semoga itu cukup untuk sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar