duniakecilku
Rabu, 21 Mei 2025
Dari Hal Kecil, Tuhan Seolah Bilang, "Tenang Aja"
Senin, 12 Mei 2025
Semangat Itu Menular!
Sepiring Makanan yang Menyadarkan
Jumat, 09 Mei 2025
Belum Sepenuhnya
Rabu, 07 Mei 2025
Pelan Setelah Perpisahan
Minggu, 16 Februari 2025
Ucapan yang Ter (Lambat) Hebat
Sore ini aku buka email, dan langsung senyum-senyum sendiri.
Isinya dari Aisyah, keponakanku yang sekarang sedang mondok di pesantren.
Beberapa minggu lalu, tepatnya sehari sebelum ulang tahunku, Ummi-nya sempat nanya alamat emailku.
Katanya, Aisyah yang minta.
Aku langsung kasih, tanpa mikir panjang.
Kupikir, paling-paling dia mau nanya pelajaran lagi.
Soalnya kalau ada tugas atau materi yang bikin bingung, dia memang suka kirim email atau WA.
Biasanya minta dijelasin pakai bahasa yang lebih sederhana, atau dibikinin tutorial versi “mudah dicerna”, versi om baik hatinya ini.
Hari berganti, minggu berlalu.
Aku bahkan udah lupa soal permintaan email itu.
Sampai akhirnya hari ini aku buka inbox, dan nemu satu email darinya.
Bukan soal tugas.
Bukan nanya pelajaran.
Tapi ucapan ulang tahun.
Yang datangnya telat, tapi rasanya pas banget.
Hangat, jujur, dan bikin aku diem sebentar.
Terharu juga ternyata, walau cuma sepenggal kalimat yang diketik pelan-pelan dari jauh.
Meski ulang tahunku udah lewat beberapa minggu,
tapi email itu nyampe pas waktunya:
waktu hatiku lagi butuh sesuatu yang lembut.
Saat aku membaca surat ini rasanya campur aduk sih.
Terharu, masih smp tapi sudah bisa menulis surat seperti ini.
Aku baca halaman perhalaman dan tiba-tiba saja ingin mengabadikan tulisan ini, rasanya sayang saja perasaan terharu yang sedang aku alami ini tidak di abadikan dalam sebuah momen tulisan dan gambar.
Aku masih bingung menuliskan apa di postingan instagram, jadi sepertinya lebih nyaman menuliskannya di blog, karena juga tidak banyak yang membaca. Ini lebih seperti aku menulis untuk menjadi kenanganku sendiri nantinya.
Minggu, 19 Mei 2024
Rahasia Ampuh Menemukan Inspirasi dengan Mudah
Dalam memulai sebuah tulisan, terkadang kita mengalami kebingungan bahkan sebelum memulainya.
Lalu timbul beberapa pertanyaan yang membuat kita jadi makin berat untuk mulai menulis.
"wah, apa yang mau ditulis?"
Tiba-tiba ide hilang dari kepala, dan jadi bingung apa yang mau ditulis. Padahal sebelumnya, ide memang belum digali (aku menggunakan kata digali, sesuai dengan perkataan dari As Laksana dalam bukunya yang berjudul creative writing).
Ide yang tidak digali, tentu saja akan susah ditemukan, kecuali ide itu kebetulan memang sudah ada di permukaan tanah (jika anda sedang beruntung). Namun ide kan tak selalu "cling" hadir begitu saja di permukaan.
Nah saat kita merasa ide sedang susah ditemukan, maka jawabannya sudah pasti, idemu sebenarnya masih tertimbun.
Saat merasa ide sedang buntu, saat perasaan menulis itu ada, namun tidak tahu apa yang harus dituliskan, atau saat kita memang sedang bingung bagaimana harus mencari inspirasi, harus kemana?
Nah kali ini aku akan coba memberikan beberapa tips dari pengalamanku sendiri, serta dari beberapa buku yang pernah aku baca.
Baiklah, mari kita mulai dari mencari sebab masalahnya apa? masalahnya adalah kenapa teman teman mempermasalahkan ide menulis, jadi menyelesaikannya cukup tidak usah kita permasalahkan dan bahas topik yang lain. Selesai. hehe.
Nah, bagaimana? Apakah asumsi teman-teman sudah patah? Wah berarti aku berhasil mempraktekkan materi dari penulisan stand up comedi. hahaha. maaf ya.
Ok kita serius! Apa sih tipsnya? berikut adalah tips mudah yang bisa kamu coba saat kebingungan mencari ide:
Saat ide terasa kosong, mungkin kamu bisa coba tenangkan diri, tarik nafas perlahan, rasakan tarikan dan hembusan nafas secara perlahan selama beberapa kali, kemudian perhatikan sekelilingmu. lihat apa yang bisa kamu ambil dari kejadian yang ada saat ini,
Apakah dari obrolan ringan di warkop, dari kejadian lucu dari teman di tempat kerja atau sekolah. atau kamu bisa scrolling di sosial media, lihat apa hal yang menarik perhatianmu. jika itu bisa membuatmu tertarik, mungkin itu juga bisa kamu olah kembali dan jadikan ide tulisanmu.
Kenapa harus menarik nafas dan mencoba merasakannya? karena dengan begitu kamu akan secara penuh, sadar, bahwa kamu hadir saat itu. Seorang psikolog pernah mengatakan bahwa, nafas adalah yang menemanimu di saat ini, dia tidak ada di masa lalu, atau masa depan. Jadi artinya, kamu sedang hadir penuh saat ini, pikiran dan jiwamu tidak kemana-mana. Jadi gunakan itu untuk menajamkan inderamu, kemudian tangkap segala inspirasi yang berlalu-lalang di sekitarmu.
Gimana? masih belum ketemu juga? hmm.. kalau begitu coba ingat-ingat lagi apa kamu ada hal menarik atau lucu dari pengalamanmu selama ini? coba tuliskan itu. Kamu juga bisa coba menuliskan seputar hobimu, apa kendala dalam menjalankan hobimu itu, alasan kenapa kamu begitu menyukai hobi itu dibanding melakukan aktivitas lain.
Nah, ternyata mudah bukan untuk menemukan Inspirasi menulis? kita cuma harus hadir penuh, dan kemudian aktif bersiap, atau langsung melakukan saja, dan bukan hanya menunggu. kita harus menggali ide, kita harus mulai menulis dulu, barulah nanti ide akan dapat kita temukan, tuliskan akan dapat kita selesaikan, sebuah karya akan dapat kita lahirkan.
Selamat menulis, selamat menginspirasi.
Tulisan ini tidak disponsori oleh biskuit selamat.
