Minggu, 16 Februari 2025

Ucapan yang Ter (Lambat) Hebat

Sore ini aku buka email, dan langsung senyum-senyum sendiri.

Isinya dari Aisyah, keponakanku yang sekarang sedang mondok di pesantren.

Beberapa minggu lalu, tepatnya sehari sebelum ulang tahunku, Ummi-nya sempat nanya alamat emailku.

Katanya, Aisyah yang minta.

Aku langsung kasih, tanpa mikir panjang.

Kupikir, paling-paling dia mau nanya pelajaran lagi.

Soalnya kalau ada tugas atau materi yang bikin bingung, dia memang suka kirim email atau WA.

Biasanya minta dijelasin pakai bahasa yang lebih sederhana, atau dibikinin tutorial versi “mudah dicerna”, versi om baik hatinya ini.


Hari berganti, minggu berlalu.

Aku bahkan udah lupa soal permintaan email itu.

Sampai akhirnya hari ini aku buka inbox, dan nemu satu email darinya.

Bukan soal tugas.

Bukan nanya pelajaran.


Tapi ucapan ulang tahun.

Yang datangnya telat, tapi rasanya pas banget.

Hangat, jujur, dan bikin aku diem sebentar.

Terharu juga ternyata, walau cuma sepenggal kalimat yang diketik pelan-pelan dari jauh.


Meski ulang tahunku udah lewat beberapa minggu,

tapi email itu nyampe pas waktunya:

waktu hatiku lagi butuh sesuatu yang lembut.



Saat aku membaca surat ini rasanya campur aduk sih.


Terharu, masih smp tapi sudah bisa menulis surat seperti ini.


Aku baca halaman perhalaman dan tiba-tiba saja ingin mengabadikan tulisan ini, rasanya sayang saja perasaan terharu yang sedang aku alami ini tidak di abadikan dalam sebuah momen tulisan dan gambar.

Aku masih bingung menuliskan apa di postingan instagram, jadi sepertinya lebih nyaman menuliskannya di blog, karena juga tidak banyak yang membaca. Ini lebih seperti aku menulis untuk menjadi kenanganku sendiri nantinya.




Aku berbahagia, meski saat ini aku belum bisa membuat bahagia banyak orang, tapi setidaknya aku akan berusaha lebih keras lagi agar, orang-orang terdekatku, agar papa, kakak-kakak, para keponakan dan sahabat yang selama ini tulus membersamaiku, meski kondisiku tidak bisa dibilang selalu baik saja, tapi mereka tetap mau menerimaku apa adanya. Terima kasih untuk semuanya yang telah Engkau Berikan Ya Rabb.. Semoga aku tidak akan pernah mengecewakan harapan orang-orang padaku. dan bisa memberi mereka kebahagiaan sebanyak yang aku mampu.. Aamiin